Kitakini.news - Kekalahan pertama dalam karier profesional
Ilia Topuria di
UFC Freedom 250 memunculkan gelombang reaksi di media sosial. Mantan juara dua divisi
UFC itu kini menjadi bahan perbincangan setelah pernyataan-pernyataannya di masa lalu kembali beredar luas, terutama komentarnya tentang
Islam Makhachev dan
Khabib Nurmagomedov.
Sebelum naik ke kelas ringan, Topuria dikenal sebagai petarung yang sangat percaya diri di kelas bulu. Bahkan dalam beberapa wawancara, petarung asal Spanyol-Georg ia itu pernah menyatakan keyakinannya bisa mengalahkan Islam Makhachev dan menantang dominasi kubu Dagestan.
Salah satu pernyataan yang paling banyak dibahas kembali oleh warganet adalah ketika Topuria mengatakan dirinya ingin membuat Islam menyerah di depan Khabib Nurmagomedov. Dalam pernyataan lain yang beredar luas di komunitas MMA, ia bahkan melontarkan komentar yang dianggap meremehkan kubu Dagestan.
"Aku secara khusus akan bertanya kepadanya (Islam) apa teknik submission favoritnya, apapun, D'arc choke, aku akan melakukannya. Saya ingin membuat Islam menyerah di depan Khabib. " ujarnya dalam sebuah pernyataan saat wawancara dengan Patrick Bet-David di kanal Youtube Valuetainment.
Pernyataan tersebut sempat mendapat perhatian besar karena Islam dan Khabib dianggap sebagai simbol dominasi gaya gulat Dagestan di UFC.
Namun situasi berubah drastis setelah pertarungannya melawan Justin Gaethje. Dalam laga utama UFC Freedom 250, Topuria yang sebelumnya belum terkalahkan harus menerima kekalahan TKO setelah mengalami kerusakan serius pada wajah dan penglihatannya. Pertarungan dihentikan oleh sudutnya setelah ronde keempat demi melindungi kondisi sang petarung.
Ironisnya, kekalahan itu terjadi saat menghadapi lawan yang pernah ditaklukkan Khabib Nurmagomedov pada UFC 254. Saat itu Khabib mengalahkan Gaethje melalui submission pada ronde kedua dalam salah satu penampilan paling bersejarah dalam kariernya sebelum mengumumkan pensiun dengan rekor sempurna 29-0. Fakta tersebut kemudian menjadi bahan perbandingan yang ramai dibicarakan di media sosial.
Sejumlah pengguna Reddit dan media sosial meminta publik menghentikan perdebatan mengenai siapa yang lebih hebat antara Topuria dan Khabib. Menurut mereka, keduanya berasal dari fase karier dan konteks yang berbeda sehingga tidak layak ditempatkan dalam perbandingan yang sama. Banyak komentar yang menilai warisan Khabib telah dibangun selama bertahun-tahun melalui rekor tak terkalahkan, dominasi di kelas ringan, serta keberhasilannya mengalahkan para penantang terbaik pada masanya.
Di tengah derasnya kritik, Topuria justru menunjukkan sikap yang jauh lebih tenang setelah kekalahan tersebut. Dalam pernyataan resminya, ia memberikan penghormatan kepada Gaethje dan mengakui keunggulan sang juara.
"Justin, selamat. Kamu bilang akan meninggalkan bekas di wajah saya, dan kamu melakukannya," kata Topuria.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencari alasan atas kekalahan itu.
"Saya tidak punya alasan. Saya menjalani salah satu kamp terbaik dalam hidup saya. Malam itu memang milikmu," lanjut Topuria.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari banyak penggemar MMA. Di berbagai forum, sejumlah warganet menilai kekalahan adalah bagian dari olahraga tarung dan tidak seharusnya menghapus seluruh pencapaian Topuria sebagai mantan juara dunia. Meski demikian, mereka juga mengingatkan bahwa pernyataan-pernyataan besar di masa lalu kini kembali menghantuinya setelah mengalami kekalahan pertama dalam karier profesional.
Bagi sebagian besar penggemar MMA, pelajaran terbesar dari peristiwa ini bukanlah soal siapa yang lebih hebat, melainkan bagaimana olahraga ini selalu mampu mengubah narasi dalam satu malam. Topuria tetap salah satu petarung elite UFC, tetapi kekalahan dari Gaethje membuat banyak pihak menyerukan agar perdebatan yang membandingkannya dengan Khabib dihentikan. Warisan setiap petarung dibangun dengan cara berbeda, dan pencapaian mereka sebaiknya dinilai berdasarkan perjalanan masing-masing, bukan sekadar perbandingan yang sering kali dipengaruhi emosi sesaat.
Sumber:Sherdog, Reddit, Sports Illustrated MMA.